BERAPA PANTASNYA GAJI DAN BONUS SEORANG SALESMAN

December 13, 2009 by abahrama

oleh : rama royani

PENGANTAR
Sudah dua kali Abah mendapatkan pertanyaan diatas dari perusahaan yang punya masalah diatas karena ketika penjualan menurun perusahaan mengalami kesulitan karena komitmen awal dengan salesman  terlampau tinggi sehingga pengeluaran tahunan untuk salesman tersebut bahkan melebihi keuntungan yang dihasilkannya.
Masalah yang sama juga sering dihadapi antara pemilik perusahaan yang diwakili oleh komisaris dengan Direktur Utama professional yang ditunjuk oleh Komisaris dengan memberikan kompensasi yang terlalu  besar dengan harapan bisa memberikan keuntungan berlipat tetapi ternyata hasilnya jauh dibawah harapan sehingga ketika perusahaan mengalami kerugiian  sang direktur yang profesional tersebut sudah menikmati fasilitasnya.

PENYEBAB:
Tidak dapat dipungkiri bahwa hidup mati perusahaan sangat tergantung dari  Salesnya ataupun Direkturnya yang memiliki kemampuan membukukan penjualan dan karena sulitnya mencari kandidat yang bisa menghasilkan keuntungan ini maka posisi tawar mereka menjadi tinggi.
Selain posisi tawar yang tinggi mereka juga biasa sudah memiliki bakat alami dalam hal negosiasi yang relatif  tinggi sehingga menghadapi orang semacam ini dibutuhkan orang yang memiliki banyak informasi dan kemampuan negosiasi yang tinggi.

BAGAIMANA MENGHADAPINYA
Ada dua bagian penting dalam menghadapi masalah ini yaitu:
1.    Sistim bagi hasilnya
2.    Karakteristik negosiator dari pihak pemilik
Sistim bagi hasil
Untuk mengurangi risiko apabila terjadi situasi yang buruk, maka didalam negosiasi perlu ada kejelasan aturan baik dalam situasi terbaik maupun terburuk.
Pada dasarnya perusahaan membutuhkan seorang sales adalah untuk memberikan keuntungan kepada perusahaan , dengan demikian bagi hasilnyapun harus didasari atas berapa keutungan yang dapat diberikan kepada perusahaan, akan tetapi seringkali perusahaan terjebak untuk memberikan komisi dan gaji berdasarkan sales yang dibukukannya.
Menurut anda mana yang dibutuhkan perusahaan :
Seorang sales yang berhasil membukukan penjualan sebesar 10 M dengan keuntungan 500 juta atau yang membukukan penjualan hanya 5 M dan keuntungan 1 M?
Tentunya yang berhasil mencetak keuntungan 1 M bukan? karena selain untung lebih besar juga usaha menjalankannya lebih mudah.
Dari keuntungan yang diperoleh [ Gross Profit], berapa sebaiknya perusahaan memberikan porsinya?
Pengalaman saya, ini sangat bervariasi antara 5 % sd 15 % [untuk perusahaan dengan revenue antara 100 sd 200 M dan Gross profit sekitar 10%].
Jadi seorang sales yang berhasil mencetak keuntungan sebesar 2M maka dia bisa mendapatkan penghasilan pertahun 100 sd 300 juta termasuk gaji bulanan dan komisinya
Untuk salesman tersebut biasanya mendapat gaji sekitar 5 % dari keuntungan yang bisa diciptakannya.
Lain lagi dengan Direktur Utama Profesional:
Tanggung jawab nya menyangkut keuntungan seluruh perusahaan, kalau salesman dihitung dari Gross Profit, maka seorang Direktur Utama Profesional dihitung dari NPAT [Net Profit After Tax] yang bisa dicapainya dan porsi total yang dapat diterimannya berkisarantara 15 sd 30 % dari NPAT

Karakteristik negosiator
Mengingat bahwa sales ataupun direktur professional yang terbukti hebat memiliki bakat bawaan sebagai orang yang mampu mempengaruhi orang lain maka satu satu orang yang mewakili pemilik seharusnya memiliki kemampuan negosiasi yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang maksimal bagi pemilik yang apabila menggunakan terminologi dari Cliffton’sTalents Theme adalah
•    Input : suka mengumpulkan berbagai informasi
•    Command : berani tatap muka dan mengambil alih situasi
•    Communication : pandai menjelaskan sesuatu yang sederhana menjadi menarik
•    Analytical : suka dengan data dan menguraikan nya
•    Individualization : mampu melihat keunikan orang lain
•    Empathy : dapat merasakan perasaan orang lain
Ini berarti pemilik tidak boleh asal pilih komisaris karena ditangannya berada nasib perusahaan, dan akan jauh lebih baik lagi apabila komisaris merupakan salah satu pemilikiperusahaan.

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DENGAN MURAH, CEPAT DAN MENYENANGKAN

November 1, 2009 by abahrama

Produktivitas merupakan masalah utama baik di rumah tangga, organisasi , perusahaan dan juga negara.

Sudah berbagai teori dan metoda yang dicoba diterapkan, ada yang berhasil akan tetapi kebanyakan gagal padahal intinya adalah KOMUNIKASI dan KETERBUKAAN dalam hal KEKUATAN dan KELEMAHAN pelakunya.

Mengapa selama ini sulit?

Manusia secara naluriah sangat pandai dalam mencari Kelemahan orang yang masih hidup dan menemukan Kekuatan orang yang baru saja meninggal.
Mencari cari Kelemahan orang yang masih hidup hanya akan membuat orang tersebut sakit hati, kehilangan citra diri [self esteem], merusak komunikasi , menciptakan suasana negatif dan membuatnya kurang produktif.
Menemukan dan mengemukakan Kekuatan orang yang baru meninggal tidak akan bermanfaat bagi siapapun.

Sebaliknya :
Menggali Kekuatan orang yang masih hidup dan mengatakannya, akan membuat citra diri orang tersebut meningkat, membuka jalur komunikasi, menciptakan suasana positif dan dengan cepat meningkatkan produktivitasnya dan apabila yang bersangkutan meninggal dunia maka upaya yang paling baik dan memberi manfaat adalah dengan mendo’akannya agar diberi kelancaran dalam proses siksakubur dan mendapatkan keringanan atau ampunan dari dosa dosanya.

  • Kalau saja kita semua bisa menggeser sudut pandang kita dan mengambil sikap dan berperilaku dengan pendekatan Kekuatan
  • Kalau saja setiap orang berani menyatakan KEKUATANNYA untuk kemudian menggunakan Kekuatan tersebut dalam berkontribusi dan berani mengakui KELEMAHANNYA untuk kemudian mendelegasikannya kepada orang lain yang memiliki Kekuatan disitu,

Maka banyak hal yang dapat diselesaikan dengan lebih cepat, lebih murah dan lebih menyenangkan.

Marilah kita mulai saat ini dalam segala situasi jangan hanya pandai mencari Kelemahan akan tetapi juga akhli dalam menggali dan menemukan Kekuatan

Abah Rama



HASRAT [PASSION] DENGAN PERINTAH ALLAH

October 21, 2009 by abahrama

Manusia yang hidup pasti memiliki berbagai kegiatan / aktivitas dan kegiatan tersebut dapat kita bagi dalam empat kwadran besar yaitu :

Kwadran 1 : Aktivitas yang kita suka akan tetapi tidak bermanfaat

Kwadran 2:  Aktivitas yang kita suka dan Bermanfaat

Kwadran 3: Aktivitas yang kita tidak suka dan tidak bermanfaat

Kwadran 4: Aktivitas yang kita tidak suka akan tetapi bemanfaat

Kwadran 1 dan 2 merupakan aktivitas yang kita suka dan ini biasanya terkait dengan sifatnya masing masing

Kwadran 2 dan 4 merupakan aktivitas yang disukai Allah karena alasan keberadaan kita didunia adalah “memberi Manfaat pada orang lain dan lingkungan”

Kwadran 1, walaupun kita suka, sebaiknya jangan dilakukan  sering sering karena tidak bemanfaat, akan tetapi apabila dilakukan untuk tujuan “refreshing” agar bisa memberikan semangat beraktivitas yang befmanfaat tentu baik.

Kwadran 4 adalah aktivitas yang biasa kita lakukan karena terkait tugas tugas pekerjaan.Disini Allah suka karena keberadaan kita bermanfaat, akan tetapi apabila terus menerus berada dalam kwadran ini, hasilnya tidak maksimal , stress, mudah sakit dlsb.

Yang terbaik adalah apabila kita berada di kwadran 2 dimana kita suka, Allahpun menyukainya. Disini ,karena kita menyukai aktivitas tersebut maka produktivitasnya paling tinggi.

Bagaimana kita bisa menemukan jalan untuk beraktivitas di kwadran 2 ?

Seperti kita ketahui,Passion [hasrat] itu timbul apabila kita beraktivitas yang sesuai dengan siapa kita diciptakan, yaitu personality produktif  kita masing masing yang kemudian disebut sebagai Bakat. kumpulan Bakat ini membentuk Kekuatan yaitu Aktivitas yang membuat kita semakin kuat [ menyukainya, cepat menguasai, hasilnya bagus dan bermanfaat] .

Kenali diri anda melalui Talents Mapping dan Strength Statement untuk memilih karirs yang anda sukai dan juga disukai Allah !!!

buka website www.abahrama.com

Ayat Seribu Dinar

June 27, 2009 by abahrama

Malam Minggu yang lalu, pada saat bangun malam, tiba-tiba Abah merasa bahwa mungkin ada yang salah dan mengucapkan do’a selama ini, khususnya karena ada ayat [ yang pernah saya dengar walaupun belum tahu tepatnya dalam surat yang mana]  yang menyatakan bahwa “apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya..” sehingga bisa saja ada permohonan yang  kita ucapkan dalam berdo’a yang sebenarnya bukan yang seharusnya diminta.
Langsung Abah mencari buku do’a dan terfokus padasalah satu do’a yang konon sangat terkenal dan banyak dianjurkan untuk “diamalkan” bahkan tidak jarang digantung di tembok, dipintu agar rezeki lancar.
Ketika membaca doa yang dinamakan Do’a Wamayattaqilah [atau sering dinamakan Ayat seribu dinar], Abah agak bingung karena isinya samasekali bukan do’a,melainkan cuplikan ayat dari salah satu surat di Al Qur’an.
Bunyinya begini :
Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscataakan dicukupkan segala keperluan. Sesungghnya Allah sangat tegas dalamperintah-Nya dan Dialah yang mentaqdirkan segala sesuatu.
“Mengamalkan” Ayat [atau Do’a] diatas bukanlah sekedar menggantungnya ditembok,akan tetapi juga sering-sering membaca kemudian menghayati maknanya dan juga mengerjakannya, dan kalau melihat ayat tersebut maka ada dua hal yang sangat penting apabila kita ingin mendapat kelapangan,rizki dan dicukupkan segala keperluan yaitu TAQWA dan TAWAKKAL
Kelihatannya sederhana, hanya dengan TAQWA dan TAWAKKAL kita akan mendapat kelapangan, rizki dan dicukupkan segala keperluan, benarkan demikian ?? tahukan andaapa yag dimaksud dengan TAQWA dan TAWAKKAL ??

TAQWA:
Berarti Menjalankan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya
•    Menjalankan perintah-Nya
•    Menjauhi larangan-Nya

TAWAKKAL:
Bukan sekedar pasrah melainkan harus diawali dengan Usaha yang keras dan sungguh-sungguh,kemudian ikhlas dengan apapun hasilnya, karena hanya Allah yang tahu apa yang terbaik bagi kita.

Ini berarti ada empat unsur yang sangat penting sbb:
•    Menjalankan perintah-Nya:
•    Berarti setiap manusia mempunyai tugas [alasan keberdaan]
•    Kalau kita tahu akan tugas tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh maka Alah akan menjamin dengan peluang dan rizki
•    Menjauhi larangan-Nya
•    Kalau kita dapat menghindari diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah seperti sirik, jahat,dengki,dlsb, maka Allah akan mencukupkan segala keperluan
•    Kerja keras dan sungguh-sungguh
•    Berupaya keras didalam menjalankan tugas yang Allah berikan merupakan keharusan yang tidak isa ditawar lagi
•    Ikhlas dengan apa yang diterima
•    Pada akhirnya, apabila kita sudah berusaha dengan sepenuh hati dan tenaga dalam menjalankan tugas yang diberikan dalam batasan tatanilai yang ditentukan Allahdan hasilnya tidak sesuai dengan keinginan,maka sikapterbaik adalahmemerimanya dengan ikhlas karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita

APA TUGAS KITA SEBENARNYA ?
Tugas adalah alasan keberadaan.
Anda berada dirumah karena ada tugas
Anda berada di sekolah karea ada tugas
Anda berada di kantor karena ada tugas
Anda berada ditempat anda sekarang ini karena ada tugas
Anda berada dibumi ini karena ada tugas.
Kalau kita simak semua tugas tugas-tersebut diatas maka semuanya terkait dengan konntribusi kita pada fihak lain yang sering disebut sebagai “bermanfaat bagi orang lain dan atau lingkungan”

Untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, Allah memberikan potensi berupa karakteristik produktif yang membuat seseorang memiliki “passion” yang unik.
Ini berarti bahwa Tugas kita masing masing sangat erat kaitannya dengan Bakat dan Potensi Kekuatan kita masing-masing

Ada yang tugasnya mengajar, dengan begitu dia harus memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi murid-muridnya
Ada yang tugasnya meneliti,dengan begitu dia harus meneliti segalasesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan
Ada yang tugasnya memimpin, dengan begitu dia harus memimpin sehingga dapat memberikan manfaat sebesar besarnya bagi yang dipimpin
Ada yang tugasnya menjual, dengan begitu dia harus berjualan barang-barang yang dapat member manfaat bagi pembeli
Ada yang tugasnya menyembuhkan manusia, maka lakukan dengan cara-cara yang bermanfaat bagi orang lain.
Ada yang tugasnya membuat lagu, maka buatlah lagu yang memberikan inspirasi dan semangat agar bermanfaat

Jadi apapun tugasnya,lakukan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga, untuk dapat memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan

Read the rest of this entry »

Mei 2009

May 11, 2009 by abahrama

Ada temuan yang sangat mengganggu setelah Abah menggunakan konsep Job Analysis berbasis aktivitas sbb:

  • konsep ini sangat bagus, inspiring, tidak sulit dan cepat karena menu aktivitas nya sudah disediakan sehingga pejabat ybs maupun atasannya bisa memilih dan merundingkannya untuk menjadi kesepakatam bersama
  • setelah memilih aktivitas aktivitas dari Job tertentu [kalau bisa tidak lebihdari 20 aktivita],maka tahap   berikutnya adalah memberi bobot
  • Disini timbul pertanyaan, apakah bobot tersebut tergantung kepentingannya atau frekwensi penggunaannya?, tentunya yang bagus adalah frekwensi penggunaannya,
  • misalnya posisi manager paling tidak membutuhkan aktivitas planning, organizing, monitoring, motivating, dan controlling , dari sisi frewnsi penggunaan maka motivating dan monitoring memiliki porsi tertinggi, akan tetapi  dari sisi kepentingannya maka planning dan organizing juga sama pentingnya dengan aktivitas lainnya.
  • Dalam Job Analysis maupun pengukuran komptensi selama ini, hal diatas belum sempat dipertimbangkan padahal ukuran ini  sangat penting dalam menganalisis kinerja seseorang, itu sebabnya banyak ditemui letidak sesuaian ukuran kompetensi dengan kinerja

Dengan temuan diatas,kelihatannya kita harus memperhatikan keduanya baik kepentingan maupun frelwensinya karena yang pertama terkait effectiveness sedangkan yang lain terkait efficiency.

Ini berarti ada baiknya dalam memilih seseorang dalam menduduki suatu jabatan harus mempertimbangkan keduanya.

MARET 2009

March 9, 2009 by abahrama

Walaupun tulisan Abah terakhir adalah bulan Oktober 2009, penjalanan meneliti dan menyempunakan Software seakan tiada akhir karena permintaan akan implementasi di organisasi semakin mendorong Abah mempercepat proses penyempurnaannya.

Untuk level Individu, penyempurnaannya dipusatkan kepada Personal Strength Statement yang merupakan statement dari peserta mengenai Kekuatan yang dirasakan dimilikinya, sedangkan  pada Personal Strength Potential ada beberapa penyempurnaan fuzzy logic karena adanya tambahan informasi baru.

Untuk level Organisasi, dalam 3 bulan terakhir, berhasil diciptakan beberapa program baru yaitu : Strengths Based Team Building dan Strength Based  Job  Fit. dan dengan adanya program baru ini maka proses pembuatan Tools untuk membantu Management dapat dilakukan dengan super cepat [ untuk organisasi besar paling lambat 6 bulan], jauh lebih cepat dibandingkan pembuatan Tools yang selama ini digunakan yang bisa sampai 3 tahun.

Pembuatan Management Tools yang terlalu lama [diatas satu tahun], membuat Tools tersebut menjadi tidak berguna / mubazir karena dalam kurun waktu satu tahun, banyak perubahan yang bisa terjadi, baik itu mutasi, perubahan struktur bahkan penggantian pimpinan.

Untuk itu diperlukan Management Tools yang bisa dibuat dengan cepat dan mampu mengantisipasi perubahan baik mutasi , struktur maupun pimpinan dengan menggunakan Data base dengan Job Analysis yang sederhana.

Dalam 6 bulan kedepan kelihatannya perlu ada tambahan program baru yang dinamakan Strengths Based Leadership, karena ini juga merupakan materi yang sangat dibutuhkan  saat ini.

OKTOBER 2008

October 25, 2008 by abahrama

Sebelum sempat menulis dibulan September, baik karea bulan puasa maupun repot menghadapi komputer baruku yang mungil dan canggih dengan software versi barunya, tiba tiba saja sudah lewat pertengahan Oktober.

Hari ini peserta Talents Mapping sudah melampaui 20.000, kata orang sudah banyak akan tetapi masih ada jutaan orang yang membutuhkan panduan mengenai Bakat dan Potesi Kekuatannya masing masing, jadi tugas Abah masih sangat banyak dan rasanya sulit kalau harus dilakukan sendiri. Cara terbaik untuk mempercepat proses ini adalah dengan menambah Business Partner sebanyak mungkin dan mengajari mereka terus menerus agar bisa memanfaatkan Talents Mapping dengan sebaik-baiknya.

Bulan ini ada beberapa beriita gembira yaitu:

  • Digunakannya Talents Mapping sebagai salah satu pelengkap untuk asesmen di Bank Indonesia oleh PPM
  • Kepastian perjalanan ke Qatar tanggal 7 dan 8 Nopember 2008, untuk menyelenggarakan Strength Based Motivation Workshop pertama dengan konsep baru dan akan menjadi awal dari pelatihan SBM di Indonesia
  • Ada undangan bicara dalam forum UKM di SPC yang selama ini di-impii-mpikan, yang dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM dan sebagai pembicara lainnya adalah Prof Gede Raka yang juga berbasis pada Positive Psychology
  • adanya keinginan besar dari ANTAM untuk berkiblat pada Stregth Based Organization dan tentunya merupakan tantangan bagi Abah untuk meningkatkan produktivitas mereka

mudah-mudah an Abah mampu menjalankan misi ini..Amiiin

Salam Sukses

Abah Rama

Akhir Minggu di Awal Agustus 2008, Bandung

August 10, 2008 by abahrama

Dalam perjalanan menuju Daarut Tauhid, Ketua KK DKV-ITB menelpon, untuk menjawab email saya mengenai barter Pelatihan Strength Based Team Building yang diadakan tanggal 31 Juli 2008 minggu yang lalu, beliau berjanji untuk membantu “mengemas” beberapa materi Talents Mapping seperti tampilan Website yang katanya masih “seventies”, Peta Bakat yang harus diperbaiki, gambar yang mewakili setiap Tema Bakat yang mau dibuatkan agar sentuhan Indonesianya terlihat dan juga tampilan Hasil Asesmen yang jatanya “buruk”………waaah …..kebayang kalau jadi nantinya maka materi Talents Mapping tentunya akan jauh lebih menarik.

Jam 08.45 Abah tiba di Daarut Tauhid dan sudah banyak polisi disana….[waaah dalam hati..kok mereka tahu kalau Abah mau datang] dan kita berempat ngumpul di Cafe karena ditempat lain banyak acara terkait dengan Ultah ke 18 DT, terus ada Ketua MPR lagih. Tujuan kami ngumpul adalah tukar pikiran dengan para Trainer LP2ES yang selama ini menggunakan Talents Mapping untuk pelatihan Persiapan Pensiun yang hampir setiap minggu diikuti secara bergantian antara Bank Mandiri, Pertamina, Jasa Marga dlsb, jadi Abah harus mendengarkan kesulitan, komentar dan pertanyaan para Trainer agar mereka bisa menjawab segala pertanyaan terkait Talents Mapping sambl menyampaikan program program terbaru agar mereka tidak ketinggalan Informasi.

Jam 13.00 Abah diharapkan ngumpul di Sari Sunda jalana Setiabudi oleh Sena dan Yana, ex trainer dari DT yang memutuskan diri berwirausaha dalam Bidang Pelatihan dan Event Organizer yang juga menggunakan Talents Mapping sebagai materi unggulan mereka sejak bulan September 2007 dengan membawa nama MUVI [salah satu Busienss Partner LeadPro] yang saat ini sudah mulai sibuk dengan order order barunya, yang sangat “surprising” ternyata datang juga Jim Hoesterey, orang Texas yang sedang melakukan penelitian di Indonesia tentang Islam untuk disertasinya, padahal kami sudah sekitar 1.5 tahun enggak ketemu karena beliau sudah kembali ke US. Rupanya ada proyek film tentang Pembuatan Rumah Pohon di Papua dimana Jim mendapat tugas survai selama 2 minggu disana tetapi karena merasa kangen banget sama Bandung dia minta ijin mampir ke Bandung. Sambil mempertontonkan program Talents Mapping yang baru, beliau juga cerita tentang kesan kesan para peserta pelatihan di Daarut Tauhid tentang Talents Mapping yang mendapatkan apresiasi, selain juga cerita bahwa materi Power Point yang beliau minta dari saya dulu sering digunakan pada saat dia diminta presentasi di Negaranya sana, pokok nya dia bilang setiap saya presentasi selalu ada 3 nama yang disebut yaitu Sena, Yana dan Abah Rama

Senang rasanya mendengar bahwa Talents Mapping sudah mulai memberikan manfaat bagi banyak orang semoga Allah selalu melindungi Abah agar mampu menjalankan Amanah yang berat ini dan tetap menjaga kerendahan hati Abah. Amiiin

VISI & MISI

May 12, 2008 by abahrama

Pengantar : Sampai saat ini pengertian Visi dan Misi didunia Organisasi masih saja simpang siur, kebanyakan mengatakan bahwa Visi lebih penting daripada Misi, tetapi ada juga yang mengatakan sebaliknya. Jadi mana yang benar ?.

kata Peter Senge : The first obstacle to understanding mission is a problem of language. Many leaders use mission and vision interchangeably, or think that the words — and the differences between them — matter little. But words do matter. The essence of leadership — what we do with 98 percent of our time — is communication. The dictionary — which, unlike the computer, is an essential leadership tool — contains multiple definitions of the word mission; the most appropriate here is, “purpose, reason for being.” Vision, by contrast, is “a picture or image of the future we seek to create,” and values articulate how we intend to live as we pursue our mission. Paradoxically, if an organization’s mission is truly motivating it is never really achieved. Mission provides an orientation, not a checklist of accomplishments. It defines a direction, not a destination. It tells the members of an organization why they are working together, how they intend to contribute to the world. Without a sense of mission, there is no foundation for establishing why some intended results are more important than others.

Tahun 2004 yang lalu, saya sempat ditanya oleh salah satu professor dalam Change Management dari Cranford University, England tentang hal ini karena murid muridnya sering berpendapat yang berbeda [jadi bukan di Indonesia saja], katanya, kalau orang orang bisnis selalu mengatakan bahwa Visi lebih penting sedangkan Militer kebanyakan bilang kalau Misi lebih penting dari pada Visi . setelah saya jelaskan beliau merasa sangat terinspirasi dan berterimakasih

Dalam 10 tahun terakhir ini [saya belajar tentang visi misi tahun 2007 di Singapore Airlnes], saya mendapat cukup banyak kesempatan untuk berbicara didepan sekolah sekolah Manajemen dan awalnya selalu mendapat sanggahan dari para murid [karena buku buku banyak mendahulukan Visi ]walaupun akhirnya mereka semua mengerti. Menurut saya yang membuat perbedaan pendapat ini adalah masalah bahasa [definisi]. 

Mereka yang mengatakan Visi lebih dahulu dan penting adalah karena definisi misinya adalah penjabaran Visi, sedangkan mereka yang mengatakan bahwa Misi lebih dahulu dan penting karena definisi misinya adalah “Alasan keberadaan”.

Definisi yang benar dari Misi, adalah “alasan keberadaan” sehingga dengan demikian Misi datang lebih dahulu dan tentunya lebih penting.

Sekarang saya lebih suka menggunakan kata “Tugas” untuk menggantikan Misi dan “Cita-Cita” untuk menggantikan Visi karena dengan bahasa Tugas dan Cita-Cita, maka jelaslah bakwa Tugas lebih penting dibandingkan Cita-Cita, karena kalau seseorang berhasil mencapai Cita-Citanya akan tetapi gagal menjalankan Tugasnya maka dia disebut gagal sedangkan disisi lain kalau seseorang berhasil menjalankan Tugasnya akan tetapi tidak  berhasil mencapai Cita-Citanya , maka dia akan tetap disebut berhasil.

Makhluk ciptaan Allah khususnya Manusia, pasti memiliki tugas atau amanah  karena mustahil kita senua diciptakanNya tanpa adanya maksud [purpose] dan maksud inilah yang otomatis menjadi tugas/ misi/amanah yang secara umum tugas kita masing masing adalah memberikan manfaat kepada orang lain dan lingkungan. Kalau saja setiap orang berhasilmenjalankan tugasnya, yaitu memberikan manfaat kepada orang lain dan lingkungan, maka  berarti dia sukses tanpa harus memikirkan cita citanya.

Bagaimana menemukan misi kita masing masing ? Bagaimana menemukan jalan sukses kita masing masing ? Tunggu tulisan berikutnya.

Abah Rama 

PERSONAL STRENGTH STATEMENT versi 3.0

March 30, 2008 by abahrama

Alhamdulillah…..akhirnya, kami bertiga [Abah Rama, Endro Prasetyo Aji dan Susilo] berhasil menyempurnakan Personal Strength Statement dengan tampilan yang jauh lebih menarik dan tidak dibatasi oleh jumlah “Strength atau Weakness” nya seperti pada versi 2.0.

Dan yang lebih asik lagi Gabungan Talents Mapping dengan Personal Strength Statement  setelah mendapatkan masukkan dari berbagai pihak, sekarang ini memiliki tampilan gabungan yang sangat menarik dan inspiratif dalam versi Strength Cluster dengan konsep yang lebih lengkap dan jelas dibandingkan Holland RIASEC.

Strength Cluster ini diharapkan bisa menjadi “platform baru” yang sangat penting saat ini untuk :

  • Menentukan pemilihan Jurusan di Perguruan Tinggi
  • Memilih Softskill yang sesuai dengan kebutuhan
  • Memilih Karir yang tepat
  • Memilih anggauta Tim dalam berbagai macam model Tim
  • Menganalisis Team Building
  • Panduan bagi pembentukan Strength Based Organization