Team Building via Personal Strength Statement

Team Building selalu menjadi dambaan di banyak organisasi, karena sudah bukan rahasia lagi kalau hampir diseluruh organisasi memiliki masalah “kerjasama”.

Salah satu metoda yang “beken” dalam Team Building adalah Belbin yang saat ini dianggap paling lengkap dengan membagi team kedalam sembilan peran untuk menyadarkan anggauta team bahwa setiap orang itu unik dan bahwa team akan bisa bekerjasama apabila masing masing anggauta team menghargai keunikan tersebut dengan penempatkan anggauta pada peran sesuai dengan karakteristik [preferensi] nya masing masing.

Mengapa sulit sekali membangun Team Building ? walaupun sudah berkali kali diadakan pelatihan team building, ternyata banyak pelatihan yang tidak berbekas karena baik sebelum pelatihan maupun setelah pelatihan, kerjasamanya tetap saja tidak berubah, bahkan kadang lebih buruk.    Apa yang salah ?

Team Building, Kerjasama, Sinergi dlsb membutuhkan cara pandang baru yaitu Strength Approach yang sangat berbeda dari cara sebelumnya yaitu Deficit Approach .

Kalau selama ini kebanyakan dari kita berusaha mati-matian memperbaiki diri dalam segala hal dengan harapan menjadi lebih baik ternyata usaha tidak berlaku pada semua sektor, karena memperbaiki keterbatasan yang terkait dengan personality, mustahil dilakukan. Kalau saja semua orang menyadari hal tersebut diatas dan mulai menggeser ke Strength Approach, maka suasana kebersamaan akan berubah total, dimana semua anggauta team merasa dihargai karena kekuatannya masing masing bisa berperan didalam membangun team sedangkan kelemahannya disiasati dengan memberikan kesempatan pada anggauta team yang lain yang memiliki kekuatan didaerah tersebut.

Untuk membangun team melalui Strength Approach, selain perlunya menggeser cara pandang diatas, pertama , perlu  disediakan tools untuk menemukan kekuatan masing masing anggauta team dengan cara cepat yaitu Personal Strength Statement , kedua Team harus secara bersama sama melakukan brainstorming menjabarkan semua  fungsi yang perlu bagi team tersebut.

Dengan mengetahui Fungsi fungsi team tersebut dan berdasarkan data kekuatan dan kelemahan anggauta team maka secara bersama sama dapat dilakukan penugasan kepada anggauta team sesuai dengan kekuatan mereka masing masing dan menghindarkan penugasan yang merupakan kelemahan anggautanya.

Dengan demikian masing masing anggauta team memahami kekuatan dan kelemahan seluruh anggautanya, dan masing masing anggauta team dapat berkontribusi maksimal dalam team nya karena mereka semua bekerja pada kekuatannya.

Apa itu Personal Strength Statement [PSS] ?, PSS adalah suatu metoda baru , pertama didunia, untuk menemukan kekuatan dan kelemahan seseorang , yang ditemukan sekitar bulan Agustus 2007 oleh Abah Rama dan masih dilakukan penyempurnaan melalui penelitian diberbagai organisasi dengan N = 2000 orang, saat ini masih menggunakan versi 2.0 [versi Beta]

Diharapkan, versi bakunya akan direlease pada pertengahan tahun 2008.

A lot of I’s in a Winning Team

2 Responses to “Team Building via Personal Strength Statement”

  1. Widi Winaryo Says:

    Dear Abah Rama

    Jika software PSS-nya sudah rampung mohon saya di informasikan ya,
    karena saya sangat tertarik untuk mempelajarinya.

    Salam sukses selalu

    Widi W
    HRD Head

    • abahrama Says:

      rekan Widhi ysh,
      Alhamdulillah, setelah rampung dengan versi 4.0 dibulan Oktober 2008, Abah mendapat kesempatan melalui PPM ketika melakukan pelatihan Team Building, bulan Desember 2008 di Indosat, Jatiluhur dimana konsep PSS digunakan melalui software tambahan yang dinamakan Strength Based Team Building [SBTM] dengan hasil yang sangat mengembirakan karena software ini mampu menganalisis sebab sebab keberhasilan dan kegagalan Team melalui analisis Potensi Kekuatan dan Kelemahan masing masing anggauta Team.
      PSS sendiri sedang disempurnakan dalam versi 4.2 untuk melengkapi klaster kekuatannya sehingga diharapkan agar apapun model Teamnya, dapat dianalisis dengan software SBTM.
      PPM sendiri akan meng ujicoba lagi dalam pelatihan bulan Januari atau Pebruari 2009 di MEDCO dan BANK INDONESIA, mudah2an tingkat keberhasilanya tinggi sehingga SBTM dapat menjadi acuan dalam Proses Team Bulding yang bisa dianalisis secara rinci dan dapat memberikan pemahaman nyata bagi peserta bahwa masing masing anggauta Team harus mampu mengenali dan menghargai Kekuatan anggauta lainnya juga harus mampu mengenali Kelemahan dan membantu anggauta Team lainnya.
      Dan dengan konsep Strength Approach ini, diharapkan agar mimpi peningkatan produktivitas dalam setiap Organisasi akan bisa lebih cepat menjadi kenyataan
      Kalau andatertarik, silahkan mampir di website http://www.abahrama.com dan kalau perlu silahkan atur waktu untuk mampir kekantor saya.
      salam sukses
      Abah Rama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: