ELEMEN PERTAMA GREAT MANAGING

 

dari Gallup Management Journal

Memastikan karyawan tahu apa yang diharapkan dari mereka adalah dasar dari manajemen

Siapa yang butuh seorang manajer ?
Mengingat semua eksperimen dengan "tim swakelola" dan contoh-contoh manajer yang buruk, maka pertanyaan diatas menjadi pantas. Apa yang manajer lakukan untuk menjadi nilai tambah ? Mungkin perusahaan akan lebih baik menyimpan uang mereka membayar supervisor atau mengubah orang-orang menjadi pekerja tanpa manajer.

Jawabannya terletak pada akar dari ekonomi pasar bebas.
Fitur utama dari ekonomi pasar adalah spesialisasi pekerjaan. Tidak seperti nenek moyang kita generasi yang lalu, tidak satupun dari kita saat ini membuat makanan sendiri, membangun rumahnya sendiri, dan membuat pakaian sendiri. Bahkan, kemungkinan besar kita tidak mengirimkan sendiri produk yang dijual perusahaan. Sebagian besar bentuk produksi saat ini merupakan hasil dari upaya tim.

Sejak Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations tahun 1776, sudah diakui bahwa jika setiap orang berkonsentrasi pada satu bagian dari keseluruhan – dan pekerjaan masing-masing orang tersebut terkoordinasi dengan baik dengan kelompok – akan dicapai hasil yang lebih baik.

Lebih dari segalanya, apa yang perlu dikoordinasikan atau diperintahkan, adalah membuat dibutuhkannya seorang manajer. Itu alasan utama tim olahraga perlu pelatih, orkestra perlu konduktor, dan proyek-proyek konstruksi membutuhkan kontraktor umum. Seseorang yang harus menempatkan lempeng-lempeng puzzle nya.

Dasar-dasarnya muncul dari penelitian
Ketika Gallup memutuskan pada awal 1990-an untuk memprioritaskan semua aspek kehidupan bekerja dengan derajat pemicu kinerja yang nyata secara metodis, pernyataan paling dasar yang muncul ke atas adalah: "Aku tahu apa yang diharapkan dari saya di tempat kerja." Karyawan yang bisa menjawab paling positif pernyataan tersebut kebanyakan datang dari tim yang paling yang produktif. Kalau jawabannya tidak jelas atau negatif, yang berarti menggambarkan kekurang jelasan pekerjaan maka seringkali produktivitasnya juga kurang.

Ketika Gallup menggunakan pernyataan ini pada survei karyawan dan dilacak hasilnya, perolehan besar pada pernyataan "mengetahui apa yang diharapkan" saja seringkali berkorelasi dengan peningkatan produktivitas dari 5% sampai 10%, ribuan pelanggan lebih bahagia, dan 10% sampai 20% lebih sedikit kecelakaan kerja. Salah satu perusahaan listrik melakukan sayembara untuk ide-ide pengurangan biaya dari karyawan, seperti kotak saran di banyak perusahaan. Jelas, semakin pekerja yang engage akan semakin besar kemampuan otak untuk membantu bisnis mereka. Di antara semua aspek kehidupan di pekerjaan, mengetahui apa yang diharapkan memainkan peran terbesar dalam menghasilkan strategi penghematan penghematan uang di perusahaan.
Karena kemampuannya untuk menjelaskan variasi yang luas dalam kinerja dan karena dasar alami nya, Gallup mengidentifikasi kejelasan harapan ini sebagai Elemen Pertama dari Great Managing.

Rata-rata, hanya sekitar setengah dari karyawan di database internasional Gallup "sangat setuju" dengan pernyataan ini. Angka-angka ini tidak terkesan tinggi bahkan dalam peran stereotip yang terdefinisi dengan baik seperti personil keamanan, penjualan, sopir truk, perawat , atau staf produksi, di mana angka tersebut berkisar dari hanya setengah sampai hampir dua pertiga. Angka tersebut akan turun menjadi sepertiga bagi mereka dalam pekerjaan ilmiah, teknis, dan yang berkaitan dengan komputer.

Dan menariknya, adalah biasa menemukan individu yang bergaji besar yang mengaku , "Saya benar-benar tidak tahu apa yang seharusnya saya lakukan di sini."

Potensi bahaya terbesar dari elemen ini adalah bahwa karena sederhananya pernyataan ini banyak manager membutuhkan solusi dasar saja: ". Jika orang tidak tahu apa yang diharapkan, aku tinggal mengatakannya kepada mereka" Hal ini analog dengan turis Amerika yang tidak mengetahui bahasa lokal, kemudian dia bicara lebih lambat dan keras. Dan itu tidak akan efektif.

Lebih dari tampaknya pada pandangan pertama

"Mengetahui apa yang diharapkan" lebih dari sekedar “job description”. Ini pemahaman yang rinci tentang bagaimana seseorang harus melakukan sesuatu yang cocok dengan apa yang orang lain lakukan dan bagaimana harapan tersebur berubah bila kondisi berubah. Sebuah tim yang baik, kata orang , sangat mirip sebuah band jazz besar di mana setiap pemain mendengarkan instrumen lain saat ia bermain sendiri. Semakin baik mereka memperhatikan pemain band lainnya dalam bermusik, semakin baik pula hasilnya.

Sebuah contoh yang kontras terjadi beberapa tahun lalu ketika sekelompok manajer dari salah satu perusahaan Fortune 500 memulai latihan bersama-sama beberapa hari. "Ketika kami berkeliling ruangan," kata fasilitator, "saya ingin Anda untuk memperkenalkan diri, katakan pada kami pekerjaan Anda, dan beritahu kami, bagaimana kalau anda melakukan pekerjaan dengan baik akan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan Anda." Ada 25 manajer di ruangan itu. Hanya lima bisa membuat kaitan yang masuk akal antara pekerjaan mereka dan keuntungan bisnis.

Bisnis yang sukses menjadi gemuk dan berpuas diri, menciptakan banyak lapisan manajemen dan jarak dari garis depan dimana Elemen Pertama menjadi tidak jelas bagi para manajer menengah. Khususnya para Eksekutif ,harus terus-menerus bertanya pada diri sendiri apakah setiap orang dalam hirarki organisasi memiliki tanggung jawab yang penting dan terintegrasi dalam yang memajukan perusahaan. Sayangnya, biasanya pertanyaan ini disampaikan ketika ada ide pemotongan biaya, setelah satu tahun kemudian para manajer ikut dalam sesi pelatihan tadi. Setelah bertahun-tahun diragukan nilainya bagi bisnis, banyak yang akhirnya diberikan surat pemutusan hubungan kerja.

Pelajaran dari sumber-sumber yang sangat berbeda itu adalah bahwa dalam ekonomi modern, manajer menempati peran penting, hanya apabila mereka dapat memastikan setiap bawahannya mengerti bagaimana tugasnya cocok untuk melengkapi puzzle tersebut diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: