PENTINGNYA PERAN MISI DI ORGANISASI

PENGANTAR

Pengertian tentang Misi dan Visi sering diabaikan oleh banyak organisasi dan perusahaan dan hanya menjadi pajangan belakan padahal ini merupakan salah satu Management Tools yang sangat penting dan selama belasan tahun selalu menjadi 3 Management Tools tertinggi didunia dalam laporan Bain & Company

Mengapa disebut sebagai Management Tools ?

Bukankan itu hanya sekedar slogan yang wajib dipajang ruang didepan atau dihalaman pertama brosur profil perusahaan ?

The first obstacle to understanding mission is a problem of language. Many leaders use mission and vision interchangeably, or think that the words matter little. But words do matter. Language is messy by nature, which is why we must be careful in how we use it. The essence of leadership is communication.-Peter Senge              

TIGA TEMUAN PENTING TERKAIT

BAIN & COMPANY

Bain and Company is a global management consulting firm

Meneliti penggunaan berbagai Management Tools diberbagai perusahaan besar didunia sbb:

ScreenHunter_03 Jan. 01 10.57.jpg

Menunjukan bahwa “mission statement” selalu menduduki peringkat tinggi selama bertahun tahun bahkan sampai tahun 2009 mission & vision statement masih juga menduduki peringkat tinggi dibandingkan dengan “core competency” yang sudah menjadi UU dinegeri kita ini.

Hampir semua perusahaan memiliki “visi misi” tetapi jarang sekali yang merasa kalau itu adalah Management Tools yang bahkan peringkatnya lebih penting dibandingkan core competencies dan yang lebih  menarik lagi adalah mission lebih didahulukan ketimbang vision padahal selama ini sebagian besar perusahan lebih mementingkan visi.

ScreenHunter_01 Apr. 10 07.19.jpgAda kemungkinan selama ini kita tidak mengerti misi dan visi sehingga management tools peringkat tinggi ini hanya menjadi slogan saja.

GOOD TO GREAT

Setelah menulis buku Built to Last yang menggegerkan kalangan manajemen yang bereakhir cerita kegagalan perusahaan yang dijadikan contoh, maka dituliskan temuan baru yang saat ini menjadi salah satu buku inspiratif bagi para Leader di dunia yaitu Good to Great.

Yang menarik dan perlu disimak disini adalah bahwa dalam buku ini tidak terdapat satupun kata “competency” didalamnya.

Yang menjadi intinya adalah apa disebut sebagai Hedgehog.

HEDGEHOG CONCEPT

What you are deeply passionate about. Good-to-great companies did not pick a course of action, then encourage their people to become passionate about their direction. Rather, those companies decided to do only those things that they could get passionate about. They recognized that passion cannot be manufactured, nor can it be the end result of a motivation effort. You can only discover what ignites your passion and the passions of those around you.-Jim Collins in Good to Great

Our Hedgehog Concept reflects deep understanding of the three circles:

1) what we can be passionate about,

2) what we can be the best in world at, and

3) what best drives our economic or resource engine.

We understand that nothing great can be accomplished without passion, and we limit our primary arenas of activity to those for which we have great passion.

We know what we can be the best in the world at. While “best in the world” might be local or

highly-focused, e.g., “best in the world at breaking the cycle of homelessness in Indiana” or “best in

the world at providing financial services to people in Des Moines,” it nonetheless captures what we

can do better than any other institution on the planet.

We understand what best drives our economic or resource engine. If we are a for-profit business, we

have identified our one economic denominator—profit per X—that has the most significant impact on

our economics. If we are a social sector organization, we know how best to improve our total resource

engine, so that we can spend less time worrying about money and more time fulfilling our mission-

Jim Collins , Good to Great

Collins menyebutkan “ nothing great can be accomplished without passion” padahal “passion” sangat terkait dengan sifat produktif seseorang yang kemudian dinamakan Bakat.

THE GOLDEN CIRCLE

Semua orang pernah mendengar bahwa penemu pesawat terbang pertama didunia adalah Wright Bersaudara dan jarang orang tahu bahwa pada saat yang sama ada kelompok lain beberapa ratus mil jarangnya yang dipimpin oleh Langley yang juga berusaha membuat kapal terbang. Langley mendapat dana 50.000 USD yang saat itu nilainya sangat besar, memiliki hubungan baik dengan Smithsonian Institute yang punya banyak orang pintar dan usahanya ini diliput oleh New York Times.

Bukankan bagi Langley semuanya sudah sangat idea ? Modal, SDM maupun pemasaran sudah terjamin sedangkan Wright bersaudara hanya memiliki toko sepeda kecil, tidak satupun dari tim mereka yang lulusan perguruan tinggi dan tidak ada satu mediapunyang meliput kegiatan mereka.

Apa Rahasianya?

 Simon Sinek menemukan konsep sederhana yang dia sebut sebagai The Golden Circle

What: semua founder suatu organisasi tahu apa yang harus dilakukan oleh organisasi / perusahaannya

How : sebagian (tidak semua) founder tahu bagaimana melakukannya

Why : sangat sedikit founder yang tahu mengapa dia melakukannya,mengapadisini bukan mencari keuntungan (karena ini adalah hasil) akan tetapi “maksud dan tujuan”yang merupakan kata kerja dan memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan, paling tidak bagi “stake holder” nya.

Inti dari pendapat ini adalah bahwa setiap organisasi harus bisa menjawab “MISI” nya yang dalam hal ini Misi diterjemahkan sebagai “Alasan Keberadaaan”

KESIMPULAN DARI KETIGA INFORMASI DIATAS

Sama halnya dengan manusia yang merupakan ciptaan Allah melalui orangtuanya, maka Organisasi pun sebanarnya merupakan ciptaan Allah melalui pendirinya.

Setiap pencipta mempunyai maksud (purpose) dan tujuan (destination) ketika menciptakan sesuatu dan agar supaya ciptaannya berfungsi sesuai dengan maksudnya tadi maka setiap ciptaan diberikan “fitur unik” sesuai dengan untuk apa dia diciptakan.

Apabila ciptaannya ini berfungsi sesuai dengan maksudnya maka penciptanya akan pasti memelihara ciptaannya agar tetap berfungsi ssuai dengan maksudnya tadi. Sebaliknya apabila ciptaan nya tersebut “membelot” karena tidak berfungsi sesuai dengan maksudnya maka penciptanya tidak aka memeliharanya lagi.

Maksud (purpose) tersebut mengakibatkan organisasi memiliki tugas yang harus diselesaikan yang dinamakan Misi

Powered by Qumana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: